Setetes Ilmu – Aturan Hidup Untuk Manusia
Setetes ilmu sangat berharga. Insya Allah akan bisa menambah iman dan takwa kita. Inilah “Setetes Ilmu” dari Ustaz Abdullah Zain Lc., M.A. Selamat mengikuti.
Luasnya Ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala
Sekarang saya cuma tanya sama jenengan: daun pohon sukun yang gede-gede itu, dalam satu hari ini sudah berapa yang jatuh?
“Oh, Ustaz, kalau pohon sukun ya paling-paling sehari dua atau tiga.”
Oke, Anda sudah tahu jumlahnya. Jatuhnya kapan?
“Ya, kurang kerjaan taman, Ustaz, ngitung.”
Ya, Allah Subhanahu wa Ta’ala tahu. Bukan hanya jumlah daun yang jatuh di pohon jenengan. Bukan hanya jumlah daun yang jatuh di pohon yang ada di Purbalingga. Bukan hanya jumlah daun yang jatuh di Indonesia. Akan tetapi, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui jumlah daun yang jatuh di seluruh dunia.
Kapan? Hari ini? Hari ini saja? Bukan. Allah mengetahui jumlah daun yang jatuh, kapan jatuhnya, di mana jatuhnya, mulai ada bumi sampai hari kiamat terjadi. Allah Subhanahu wa Ta’ala tahu itu semua. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tahunya bukan hari ini saat jatuh, tapi Allah Subhanahu wa Ta’ala tahu sebelum daun itu jatuh, bahkan sebelum ada bumi, 50.000 tahun.
Kapan tahunya Allah? 50.000 tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi, Allah sudah tahu berapa daun yang bakalan jatuh di muka bumi ini, di mana jatuhnya, dan kapan jatuhnya. Surat nomor berapa? Al-An’am ayat 59. Itulah ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ (٥٩)
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Surah Al-An’am: 6:59)
Keterbatasan Ilmu Manusia
Bandingkan dengan ilmu kita. Kita memakai usus ini sudah berapa tahun? Sudah berapa tahun? Ya, tergantung. Tergantung apa? Umurnya.
Jenengan yang 60 tahun berarti sudah pakai usus berapa? 60 tahun. Yang usianya jenengan 70 tahun berarti sudah pakai usus berapa? 70 tahun. Coba, yang usianya 70 tahun, jenengan tahu tidak ususnya jenengan? Panjang. Panjang usus kita berapa? Pinten? Mana yang 70 tahun? Oh ya, wis lah, acara sing 70 tahun melas. Yang 17 tahun.
Ya, kita dengan organ tubuh yang ada di dalam perut kita yang begitu dekat, kita tidak tahu. Itulah keterbatasan ilmu kita. Ilmu pengetahuan kita itu sangat terbatas. Kok bisa-bisanya kemudian kita menyalah-nyalahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Kok berani-beraninya kita protes sama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang ilmunya tidak ada batasnya?
Aturan dan Takdir Hidup dari Allah
Dengan ilmu Allah Azza wa Jalla yang begitu luasnya itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan aturan hidup kita, dan Allah tetapkan takdir hidup kita. Berapa? Yang pertama apa? Apa tadi? Aturan hidup kita. Yang kedua nopo? Takdir hidup kita.
Dengan ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak ada batasnya tersebut, dengan ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Luas tadi, Allah Subhanahu wa Ta’ala tentukan aturan hidupmu di dunia seperti ini.
Kerabat Muslim, hari ini kita baru saja mendapatkan Setetes Ilmu. Insya Allah kita akan hadirkan kembali Setetes Ilmu, hanya di Radio Insani Purbalingga.
