Share

Puncak Kenikmatan Dunia

Puncak Kenikmatan Dunia

Setetes ilmu sangat berharga, insyaallah akan bisa menambah iman dan takwa kita. Inilah setetes ilmu dari Ustadz Abdulazen, Lc., M.A.

Penduduk dunia yang paling miskin adalah yang mati belum sempat menikmati sesuatu yang paling enak di dunia. Jika orang berpikirannya materi, dia hanya berpikir, “Oh, saya sudah merasakan kaviar.” Panganan seharga jutaan rupiah bagi orang yang berpikir materi. Orang yang miskin adalah yang belum pernah menikmati makanan restoran bintang lima.

Namun, kata para ulama kita, yang paling miskin adalah yang belum sempat menikmati kenikmatan yang paling nikmat di dunia, lalu dia sudah mati duluan. Beliau ditanya, “Wa ma’atiyabu ma’fiha?” (Sesuatu yang paling nikmat di dunia itu apa?) Kata beliau, “Mahabbatullah.”

مَحَبَّةُ اللَّهِ

Cinta kepada Allah.

وَالْأُنْسُ بِهِ

Dan merasa nyaman ketika berduaan dengan Allah. Kapan kita berduaan dengan Allah? Ketika salat, ketika bermunajat, ketika berdoa. Apalagi seandainya saat itu kita sendirian di saat orang-orang sedang pada tidur lelap, sepertiga malam terakhir.

Makanya, para ulama kita dahulu, kalau malam-malam itu mereka merasakan kebahagiaan saat tahajud yang tidak bisa dirasakan saat di siang hari, ketika dia sedang bersama orang yang paling dia sayangi sekalipun. Makanya, ada seorang ulama dikatakan kepadanya, “Anda tidak bosan di rumah terus? Sekali-kali duduk, nongkrong sama teman-teman, kongkow-kongkow di warung kopi.”

Kata beliau, “Saya lebih bahagia saat berduaan dengan Allah dibandingkan duduk bareng dengan orang-orang yang kadang-kadang omongannya tidak enak.” Orang yang merasa nyaman ketika berduaan dengan Allah, itulah manusia yang telah merasakan kenikmatan yang paling nikmat yang ada di dunia.

وَشَوْقٌ إِلَى لِقَائِهِ

Dan rindu untuk bertemu dengan Allah. Kapan? Rindu bertemu dengan Allah kapan? Di dunia dan di akhirat. Di dunia kita bertemu dengan Allah ketika salat. Di akhirat ketika kita diperkenankan oleh Allah untuk masuk ke surga-Nya. Itulah pertemuan akbar. Dia selalu merindukan kapan bertemu dengan Allah.

Makanya, ketika Nabi Muhammad ﷺ bercerita tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan di padang mahsyar, salah satu dari tujuh golongan itu apa?

رَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ

Seorang yang hatinya selalu tergantung dengan masjid. (HR. Bukhari No. 660 dan Muslim No. 1031)

Kerabat muslim, hari ini kita baru saja mendapatkan setetes ilmu. Insyaallah kita akan hadirkan kembali setetes ilmu hanya di Radio Insani, Purbalingga.

You may also like