Share

Manisnya Iman

Manisnya iman

Setetes ilmu sangat berharga. Insyaallah, ilmu ini akan menambah iman dan takwa kita. Inilah setetes ilmu dari Ustaz Abdulazen, Lc., M.A. Selamat mengikuti.

ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

Ia akan merasakan manisnya iman, barang siapa yang rida Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasulnya. (HR. Muslim No. 34)

Di sini Nabi Muhammad ﷺ mengatakan bahwa iman itu ada rasanya, yaitu rasa manis. Siapa yang akan merasakan manisnya iman?

Tiga Syarat Merasakan Manisnya Iman

1. Rida Allah sebagai Rabb

Yang pertama adalah orang yang rida Allah sebagai Rabbnya. Indikasinya apa jika seseorang sudah rida Allah sebagai Rabbnya? Begitu ada perintah dari Allah datang, ia tidak banyak protes. Disuruh salat di masjid, disuruh pakai jilbab, ibu-ibu mengatakan, “Kami dengar dan kami taat.”

سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

Kami dengar dan kami taat. (Surah Al-Baqarah: 2:285)

Tidak banyak alasan. Disuruh meninggalkan riba, langsung ditinggalkan tanpa banyak alasan, “Wah, nanti saya makan apa? Anak istri saya dikasih makan apa?” Tidak. Orang akan merasakan manisnya iman jika ia rida Allah sebagai Rabbnya.

2. Rida Islam sebagai Agama

Yang kedua, ia rida Islam sebagai agamanya. Ia yakin betul bahwa agama yang ia anut adalah agama yang terbaik.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. (Surah Ali ‘Imran: 3:19)

3. Rida Muhammad sebagai Utusan Allah

Yang ketiga, ia juga rida Muhammad ﷺ sebagai utusan Allah. Buktinya apa? Jika beribadah, yang dicontoh adalah apa yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Yang perlu kita garis bawahi di sini adalah bagaimana Nabi kita Muhammad ﷺ menyebutkan:

ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ

Ia akan merasakan manisnya iman. Orang-orang yang memenuhi tiga syarat tadi, yaitu rida Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad ﷺ sebagai Nabi dan Rasul.

Di sini Nabi kita Muhammad ﷺ menyebutkan bahwasanya orang ini akan merasakan manisnya iman. Berarti ibadah itu ada rasa manisnya.

Manisnya Ibadah

Manisnya ibadah itu seperti apa, Ustaz? Kata para ulama kita, manisnya ibadah adalah ketika seseorang menjalankan ibadah dengan penuh rasa nikmat, atau yang disebut istiladzut-ta’at. Para ulama mengatakan, orang merasakan manisnya iman ketika dia menikmati ibadah yang dia lakukan, dan dia akan mengedepankan serta mementingkan ibadah ini di atas seluruh aktivitas yang lainnya.

Kerabat Muslim, hari ini kita baru saja mendapatkan setetes ilmu. Insyaallah, kita akan hadirkan kembali setetes ilmu hanya di Radio Insani Purbalingga.

You may also like