Doa Memohon Ampunan
Setetes ilmu sangat berharga. Insya Allah, ilmu ini akan menambah iman dan takwa kita. Inilah setetes ilmu dari Ustadz Abdulazen, Lc., M.A. Selamat mengikuti.
Suatu hari, Abu Bakar datang menemui Nabi Muhammad ﷺ. Beliau berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkan aku sebuah doa yang bisa aku baca dalam salatku.”
Siapa yang bertanya? Abu Bakar. Siapa yang akan memberikan jawaban? Rasulullah ﷺ. Abu Bakar adalah orang yang sudah dijamin masuk surga. Abu Bakar adalah orang yang imannya paling tinggi dari seluruh manusia yang ada di muka bumi ini setelah para Nabi dan Rasul. Itu adalah Abu Bakar, level pertama manusia biasa setelah Nabi dan Rasul yang paling tinggi, yang paling dicintai oleh Allah. Beliau yang meminta doa kepada Nabi.
Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang sangat penyayang. Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang sangat peduli, apalagi kepada sahabatnya. Lihatlah doa yang diberikan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Nabi Muhammad ﷺ menyampaikan kepada Abu Bakar, “Katakanlah, wahai Abu Bakar, kamu ingin doa? Ucapkan doa ini.”
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak.”
Maksudnya apa? Dosaku sangat banyak. Siapa yang disuruh mengucapkan seperti itu? Abu Bakar, orang yang sudah dijamin masuk surga, disuruh mengucapkan, “Ya Allah, dosaku sangat banyak.”
وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
“Dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, Ya Allah.”
Aku sadar bahwa tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau, Ya Allah. Aku mengerti satu-satunya yang bisa mengampuni dosa adalah Engkau.
فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ
“Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu.”
Aku memohon ampunan dari-Mu.
وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي. قَالَ: «قُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ»
Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu, bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah ﷺ: “Ajarkanlah kepadaku sebuah doa yang aku panjatkan dalam salatku.” Beliau bersabda: “Ucapkanlah: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'” (HR. Bukhari No. 6326 dan Muslim No. 2705)
Coba kita renungkan isi doa ini. Kalau Abu Bakar Ash-Shiddiq disuruh mengakui banyaknya dosa dan disuruh banyak-banyak istighfar, kok bisa-bisanya saya dan Anda tidak merasa dosanya banyak? Itu bagaimana logikanya? Di mana? Kalau orang yang sudah dijamin masuk surga setiap salat membaca doa ini, kok saya dan Anda tidak tergerak untuk membaca doa seperti ini? Itu sangat keterlaluan. Itu menunjukkan bahwa kita adalah orang yang lalai.
Maka, hafalkan doa tadi, praktikkan dalam keseharian kita. Mudah-mudahan musibah-musibah yang menimpa kita bisa dikurangi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bisa digantikan dengan istighfar-istighfar kita untuk menggugurkan dosa-dosa kita sebelum menghadap kepada Allah.
Kerabat Muslim, hari ini kita baru saja mendapatkan setetes ilmu. Insya Allah, kita akan hadirkan kembali setetes ilmu hanya di Radio Insani Purbalingga.
