Keteladanan dalam Pendidikan: Kunci Sukses Mendidik Generasi Hebat
Setetes ilmu sangat berharga. Insya Allah, ilmu ini akan menambah iman dan takwa kita. Inilah Setetes Ilmu dari Ustadz Abdulazen, Lc., M.A. Selamat mengikuti.
Banyak sekali teori pendidikan, sarana pendidikan, dan cara mendidik serta mengajar yang kita temukan. Teori-teori tersebut, dari dulu sampai sekarang, sangat beragam, baik itu teori dari Timur maupun dari Barat. Akan tetapi, ternyata teori-teori tersebut terbukti bahwa yang paling pokok dan paling menonjol adalah keteladanan.
Penelitian dan pengalaman membuktikan bahwa sarana terbaik untuk transfer pengetahuan dan juga mewujudkan ilmu dalam praktik nyata kehidupan adalah al-qudwah al-amaliyyah (keteladanan). Oleh karena itu, ketika seorang pendidik ingin menanamkan di dalam hati anak yang dididiknya kecintaan terhadap Al-Qur’an, pendidik itu harus menjadi teladan nyata bagi anak-anak yang dididiknya.
إِذَا أَرَادَ الْمُرَبِّي أَنْ يَزْرَعَ فِي قُلُوبِ أَبْنَائِهِ حُبَّ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ
Idza aradal murabbi an yazra’a fi qulubi abnaihi hubbal qur’anil karim
Ketika seorang pendidik ingin menanamkan di dalam hati anak-anaknya kecintaan terhadap Al-Qur’an yang mulia.
Dari sini kita bisa memahami mengapa guru-guru zaman dahulu, ketika segala sesuatunya masih super sederhana, bahkan banyak di antara mereka yang berangkat ke sekolahnya berjalan kaki, paling mewah mereka punya sepeda ontel, tidak punya seragam—kalaupun ada seragam, seragam itu sudah belasan tahun kelihatan lusuh, sepatunya juga demikian, bahkan ada di antara mereka yang sabuknya itu dari tali—bisa menghasilkan murid-murid yang dahsyat. Mereka bisa menghasilkan orang-orang hebat, orang-orang besar yang dicatat dalam sejarah. Padahal, apakah guru-guru tersebut punya sertifikasi sebagaimana yang dikejar oleh guru-guru di zaman ini? Apakah mereka adalah orang-orang yang menguasai banyak teori pendidikan Barat maupun Timur?
Saya pikir saat itu sarana untuk belajar tidak seperti sekarang. Buku-buku tidak sebanyak sekarang, apalagi internet belum ada. Sangat minim sarana untuk belajar. Tapi kenapa guru-guru yang super sederhana tadi bisa menghasilkan murid-murid yang luar biasa? Yang saya pahami, salah satu sebabnya adalah karena mereka memang layak dijadikan sebagai teladan.
Baca juga disini Hidayah, Karunia termahal.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Laqad kana lakum fi Rasulillahi uswatun hasanatun liman kana yarjullaha wal-yawmal-akhir wa zakarallaha kathira.
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (Surah Al-Ahzab: 33:21)
Ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan terbaik bagi umat manusia. Keteladanan beliau mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam mendidik dan membimbing.
Kerabat muslim, hari ini kita baru saja mendapatkan setetes ilmu. Insya Allah, kita akan hadirkan kembali setetes ilmu hanya di Radio Insani Purbalingga.
